×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Makanan Minuman

Elemen Budaya

Makanan Minuman

Provinsi

Jawa Barat

Peuyeum Bandung

Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Peuyeum, atau tapai singkong, adalah pangan fermentasi tradisional berbahan dasar singkong yang dikenal luas sebagai “Peuyeum Bandung”, meskipun asal-muasalnya melampaui batas administratif kota itu sendiri. Nama "peuyeum" berasal dari kata meuyeum dalam bahasa Sunda, yang berarti memeram atau mematangkan. Nama ini merekam pengetahuan leluhur tentang teknik penyimpanan, pelestarian, dan pengolahan bahan makanan sebelum teknologi pendingin dan pengawet buatan dikenal. Peuyeum memiliki rasa manis, sedikit asam, dan beraroma khas dengan tekstur yang lembut namun tidak hancur.

Asal/Sejarah

Jejak historis peuyeum dapat dilacak hingga masa pemerintahan R.A.A. Martanagara (1893–1918), Bupati Bandung yang dikenal sebagai tokoh modernisasi pertanian. Pada masa itu, singkong mulai ditanam secara luas di wilayah Priangan untuk diolah menjadi aci (tepung tapioka) yang diekspor ke Belanda, tetapi di kalangan rakyat, singkong diolah menjadi peuyeum untuk konsumsi sehari-hari. Praktik ini menyebar dari kampung ke kampung, menjadi bagian dari cara hidup orang Sunda karena nilai gizinya dan fungsinya sebagai pangan simpan yang murah, praktis, dan mengenyangkan. Desa Citatah di Kabupaten Bandung Barat dikenal sejak tahun 1980 sebagai penghasil peuyeum unggulan, yang kabarnya diperkenalkan oleh seorang perantau dari Bendul, Purwakarta. Daerah seperti Cimenyan juga menjadi titik penting dalam distribusi peuyeum ke berbagai pelosok Jawa Barat.

Santapan Pejuang dan Simbol Solidaritas

Pada masa kolonial dan revolusi fisik, peuyeum menjadi bekal para pemuda Tentara Rakyat saat bergerilya karena tahan lama dan cukup mengenyangkan. Dalam kondisi terdesak, peuyeum menjadi sumber energi sekaligus pengingat rumah. Meskipun sempat menjadi sindiran untuk pemuda yang lemah semangat, makna solidaritas tetap dominan, dengan makan peuyeum bersama menjadi bentuk kebersamaan. Bagi perantau Sunda, menerima peuyeum dari sesama dianggap sebagai tanda persaudaraan, "rasa pulang", dan pengikat batin. Peuyeum adalah medium untuk memperkuat ikatan sosial, pengingat identitas kolektif, dan simbol rumah bagi mereka yang jauh dari tanah kelahiran.

Cara Membuat

  1. Singkong dikupas, dicuci, lalu direbus setengah matang agar teksturnya lunak.
  2. Setelah dikeringkan, singkong diberi ragi, starter fermentasi yang terdiri dari kombinasi jamur, ragi, dan bakteri.
  3. Singkong lalu dibungkus rapat dan didiamkan selama 48 hingga 72 jam tanpa perlu udara.

Proses Fermentasi

Selama fermentasi, mikroorganisme alami bekerja membuat singkong menjadi lembut, manis, sedikit asam, dan beraroma khas. Proses ini melibatkan empat tahap: pati dari singkong dipecah menjadi gula, gula diubah menjadi alkohol, alkohol berubah menjadi asam, dan terbentuklah ester yang memberi cita rasa khas peuyeum. Masyarakat Sunda tradisional dapat mengetahui kapan peuyeum sudah matang dengan mencium baunya, merasakan teksturnya, atau mengandalkan pengalaman yang diwariskan.

Sumber: https://www.ayobandung.id/ayo-jelajah/01701/31072025/jejak-sejarah-peuyeum-bandung-kuliner-fermentasi-sunda-yang-bertahan-lintas-zaman

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Legenda La Dana...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Di Tana Toraja, hiduplah seorang petani bernama La Dana yang terkenal cerdik, meskipun ia sering menggunakan kecerdikannya untuk memperdaya o...

Aryo Menak Dan...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, pada masa ketika Pulau Madura sangat subur dengan hutan lebat dan ladang padi menguning, hiduplah seorang pemuda bernama Aryo Menak....

Kera Dan Ayam

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu negeri di Sulawesi Tenggara, terjalin persahabatan antara seekor Kera dan seekor Ayam. Namun, persahabatan mereka tidak ber...

Suri Ikun Dan D...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di Pulau Timor hiduplah sebuah keluarga petani dengan empat belas orang anak, tujuh laki-laki dan tujuh perempuan. Meskipun memiliki...

Legenda Si Lanc...

Oleh Kyas1 | 26 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Alkisah, di suatu daerah bernama Kampar, yang kini menjadi bagian dari Provinsi Riau, hiduplah seorang pemuda bernama Si Lancang bersama ibun...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...