|
|
|
|
|
|
Puja Mandala Tanggal 12 Sep 2026 oleh Kyas1 . |
Puja Mandala adalah sebuah kompleks peribadatan unik yang terletak di Nusa Dua, Bali. Kompleks ini menampilkan lima rumah ibadah dari agama yang berbeda (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) yang berdiri berdampingan dengan damai. Puja Mandala bukan hanya sekadar tempat ibadah, melainkan juga sebuah simbol toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia, serta menjadi destinasi wisata religi yang menarik dengan pemandangan indah dan akses mudah.
Sejarah berdirinya Puja Mandala bermula dari kesulitan warga Muslim di sekitar Benoa dan Nusa Dua yang sebagian besar berasal dari Jawa, untuk memiliki masjid sendiri karena masjid terdekat berada di Kuta, sekitar 20 kilometer. Keluhan ini direspons oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi saat itu, Joop Ave (1993-1998). Beliau berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat untuk membangun tempat ibadah bagi lima agama yang diakui di Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha) di kawasan pariwisata Nusa Dua. Tujuannya adalah agar setiap karyawan atau wisatawan di Nusa Dua dapat beribadah dengan mudah.
Joop Ave menugaskan PT Bali Tourism Development Center (BTDC) untuk menyiapkan lahan. Pada tahun 1992, BTDC memilih sebidang lahan seluas 2,5 hektare di Desa Kampial yang menghadap Tanjung Benoa. Setiap rumah ibadah dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Proses pembangunan dimulai pada tahun 1994 dan berlangsung hingga tahun 1997. Pada tahun 1997, tiga tempat ibadah selesai dibangun: Masjid Agung Ibnu Batutah, Gereja Paroki Maria Bunda Segala Bangsa, dan Gereja GKPB Bukit Doa. Vihara diresmikan pada 20 Desember 1997, dan Pura Jagat Natha menjadi rumah ibadah terakhir yang diresmikan pada 30 Agustus 2004.
Salah satu hal yang membuat Puja Mandala begitu unik adalah keberagaman yang terdapat di dalamnya, di mana lima tempat ibadah berdiri berdampingan secara harmonis.
Puja Mandala menawarkan beberapa daya tarik yang menjadikannya destinasi yang layak dikunjungi:
Puja Mandala terbuka 24 jam setiap hari dan tidak dikenakan biaya masuk. Tersedia area parkir yang luas, toilet, dan tempat wudhu. Pengunjung diharapkan untuk menjaga ketenangan dan menghormati umat yang sedang beribadah.
Sumber: https://www.tanjungbenoa.co.id/puja-mandala-bali
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |