|
|
|
|
|
|
Purwaganti Takon Bapa Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Prabu Kresna Wasudewa di Kerajaan Dwarawati menerima surat tantangan dari Prabu Dewakusuma dari Kerajaan Purwantara. Surat itu berisi permintaan pusaka Cakra Sudarsana. Jika menolak, Kerajaan Dwarawati akan digempur. Prabu Baladewa, kakak Prabu Kresna, sangat marah dengan tantangan ini dan siap menghadapi musuh. Prabu Kresna menjelaskan bahwa sebagai titisan Batara Wisnu, ia tidak boleh sembarangan berperang dan hanya melawan musuh yang benar-benar diperbolehkan. Ia mengundang Prabu Baladewa karena yakin kakaknya memiliki cara untuk mengatasi Prabu Dewakusuma. Tidak lama kemudian, Patih Dasagriwa, seorang wanara tinggi besar, datang sebagai utusan dari Kerajaan Purwantara untuk menagih senjata Cakra Sudarsana. Prabu Baladewa maju menengahi dan menantang Patih Dasagriwa untuk adu kesaktian dengan senjata Nanggala. Pertempuran pun terjadi di luar istana, namun Patih Dasagriwa sangat sakti sehingga Prabu Baladewa, Arya Setyaki, Patih Udawa, Patih Pragota, dan Arya Prabawa berhasil ditangkap dan menjadi tawanan. Raden Samba, putra Prabu Kresna, melaporkan kekalahan ini. Prabu Kresna memilih untuk mengungsi ke Kerajaan Amarta, dengan alasan bahwa Batara Wisnu yang bersemayam di dalam dirinya tidak mengizinkan untuk berperang melawan Patih Dasagriwa. Raden Samba diperintahkan untuk memberi tahu Patih Dasagriwa lokasi pengungsian ayahnya. Patih Dasagriwa yang yakin Raden Samba berkata jujur, memerintahkan pasukannya untuk melapor kepada Prabu Dewakusuma dan mengejar Prabu Kresna. Sementara itu, di Padepokan Andongcinawi, hiduplah Resi Purwapada, putrinya Endang Purwati, dan cucunya Bambang Purwaganti. Bambang Purwaganti sudah berusia hampir tiga puluh tahun dan belum pernah bertemu ayah kandungnya. Ibunya enggan bercerita. Setelah didesak, Endang Purwati melaporkan hal ini kepada Resi Purwapada. Resi Purwapada merasa sudah saatnya Bambang Purwaganti mengetahui kebenarannya. Ia bertanya kepada Bambang Purwaganti apakah ia tidak akan malu jika ayahnya bukan dari golongan manusia. Bambang Purwaganti menjawab bahwa ia tidak akan pernah malu, apa pun wujud ayahnya, bahkan jika ayahnya berwujud raksasa sekalipun, ia tetap ingin berbakti. Resi Purwapada kemudian bercerita bahwa sekitar tiga puluh tahun lalu, seekor wanara tua berbulu putih bersih bernama Kapi Anoman datang ke Pulau Jawa dari seberang lautan untuk mengejar roh Prabu Rahwana.
Sumber: https://albumkisahwayang.blogspot.com/2018/10/purwaganti-takon-bapa.html
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Purwaganti Takon Bapa — Cerita Rakyat, Kediri · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |