×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Naskah Kuno dan Prasasti

Elemen Budaya

Naskah Kuno dan Prasasti

Provinsi

Daerah Istimewa Yogyakarta

Asal Daerah

Keraton Yogyakarta

Serat Makutha Raja

Tanggal 25 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Serat Makutha Raja secara ringkas berisi tentang sikap yang seharusnya dilakukan oleh seorang pemimpin atau raja. Dalam serat ini, seseorang yang memegang kendali kepemimpinan diibaratkan sebagai orang yang mengendalikan kuda, yang membutuhkan budi halus, kata-kata manis, dan lembut agar mudah ditaklukkan. Hal ini juga diibaratkan dengan sulitnya mendekati seorang gadis yang memerlukan pendekatan yang bijaksana. Serat ini menekankan pentingnya memahami segala permasalahan dan faktor kejiwaan 'kuda' atau rakyat yang dipimpin.

Isi/Kandungan

Serat Makutha Raja mengemukakan cara mengatasi kebinalan kuda secara bijaksana. Pangeran Mangkubumi menggunakan cara yang disebut anyana mandra, yang menuntut penunggang kuda untuk waspada, hati-hati, dan luwes, yaitu menuruti kehendak kuda agar tunduk perlahan. Syekh Janah Katib menggunakan cara yang disebut anyana sanga, yang lebih mengarah pada jalan makrifat. Serat ini juga mengisahkan cerita tentang Mas Ketib Anom yang menerapkan ajaran "mengendalikan kuda secara arif, luwes dan lemah lembut" untuk memecahkan masalah kerajaan pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana. Saat itu, terjadi peristiwa berkaitan dengan Kyai Cebolek atau Kyai Haji Ahmat Muntamangkin yang dianggap salah menafsirkan inti cerita "Bimasuci", menyebabkan keresahan di kalangan ulama kerajaan. Meskipun raja memutuskan Kyai Cebolek tidak bersalah, Mas Ketib Anom menyanggah keputusan tersebut demi kewibawaan raja. Sebagai jalan keluar, Mas Ketib Anom mengusulkan agar Kyai Cebolek tidak dihukum fisik, melainkan diberi kesempatan untuk mengubah sikapnya, karena hukuman fisik dianggap tidak berguna dan ideologi yang dianut akan tetap lestari, seperti kasus hukuman terhadap Syeh Siti Jenar, Pangeran Panggung, dan Kyai Amongraga. Tindakan Mas Ketib Anom ini mencerminkan penerapan ajaran bijaksana "mengendalikan kuda secara arif, luwes dan lemah lembut".

Penulis

Serat Makutha Raja disusun oleh Pangeran Buminata dari Keraton Yogyakarta.

Sumber: https://wayang.wordpress.com/2010/03/06/serat-makutha-raja

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kue Jongkong Ba...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Jongkong adalah kue basah khas Bangka Belitung yang memiliki rasa manis gurih dan tekstur lembut kenyal. Disajikan dalam beberapa lapi...

Otak-otak Bangk...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Otak-otak Bangka adalah makanan yang terbuat dari fillet ikan yang dihaluskan, dicampur dengan bahan lain, dibungkus daun pisang, dan dipa...

Kue Semprit Tap...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Kue Semprit Tapioka khas Bangka adalah salah satu jenis kue kering yang cocok disajikan sebagai takjil selama bulan Ramadan atau sebagai p...

Jew (rumah Buja...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah Bujang, yang disebut juga Jew, adalah bangunan krusial dalam tradisi masyarakat suku Asmat. Jew merupakan rumah utama dan pusat akti...

Lamin Dayak Bat...

Oleh Kyas1 | 25 Oct 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Lamin Dayak Batu Cermin adalah sebuah museum umum berbasis budaya yang terletak di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Museum ini menampilka...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...