×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Cerita Rakyat

Elemen Budaya

Cerita Rakyat

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Tulungagung

Situs Makam Ki Ageng Sengguruh

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Lokasi dan Rute

Situs Makam Ki Ageng Sengguruh secara administratif berada di Desa Rejotangan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung, di selatan Sungai Brantas. Kompleks ini mudah dijangkau karena tidak jauh dari jalan raya Blitar – Tulungagung, terletak di utara jalan raya di seberang rel kereta api dan ditandai dengan gapura bertuliskan Pesarean Ki Ageng Sengguruh.

Deskripsi Situs Makam

Makam Islam kuno di Pesarean Ki Ageng Sengguruh terletak di posisi paling ujung, dekat dengan Sungai Brantas, dan di selatan makam kuno terdapat makam umum yang masih digunakan. Kompleks makam kuno ini memiliki pagar keliling, jirat, dan nisan yang semuanya tersusun dari batu. Kondisi makam kuno tidak utuh, dengan beberapa nisan tersusun tidak semestinya atau telah patah. Salah satu nisan yang masih utuh menunjukkan ciri khas nisan Demak Troloyo dengan ornamen tumpal, mirip dengan makam-makam kuno pada masa awal penyebaran Islam di Jawa.

Sejarah dan Legenda

Kesejarahan Situs Makam Ki Ageng Sengguruh masih menjadi misteri karena tidak ditemukan epitaf maupun inskripsi. Dalam cerita rakyat, Ki Ageng Sengguruh dikenal sebagai tokoh antagonis dalam Legenda Kadipaten Aryo Blitar, kakak Adipati Aryo Blitar (Nila Suwarno) yang menjebak dan merebut kekuasaan. Ki Ageng Sengguruh kemudian tewas di tangan Joko Kandung, anak Nila Suwarno. Nama Sengguruh tercatat dalam Serat Kandha sebagai tempat pelarian raja Majapahit saat invasi Demak, dan dalam Babad Giri Kedaton sebagai kadipaten otonom Hindu-Buddha terakhir yang sempat menginvasi Giri Kedaton sebelum takluk di bawah Demak pada tahun 1545. Kadipaten Sengguruh saat itu terletak di hulu Sungai Brantas di Malang Selatan. Seorang Adipati Sengguruh, putra Raden Kusen (adik Raden Patah) dan Nyai Wilis, yang menjadi adipati setelah Sengguruh tunduk pada Demak, diduga dimakamkan di situs ini. Kutipan naskah kuno menceritakan bahwa Ki Dipati Sengguruh dan Ki Dipati Balitar diserang oleh Adipati Srengat Nila Suwarna saat kembali dari ziarah makam Sunan Giri. Keduanya tewas dalam serangan tersebut dan jenazah mereka dimakamkan di selatan Sungai Brantas oleh Pangeran Arya Talun. Namun, sengkalan Jawa dalam naskah ini (1570-an Jawa / 1650-an Masehi) kurang sesuai dengan kronologi sejarah penundukan Sengguruh oleh Demak (1545 Masehi).

Sumber: https://travellersblitar.com/situs-makam-ki-ageng-sengguruh-tulungagung

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Kisah Perjalana...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Kisah ini bermula pada tahun 1283 Masehi di Desa Rumbati, yang kini masuk wilayah Kecamatan Furwangi, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat....

Cengkih

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Cengkih, dengan nama latin Syzygium aromaticum (syn. Eugenia aromaticum), adalah salah satu rempah serbaguna yang berasal dari Maluku. Rem...

Sasakala Daun P...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, daun pulus tidak gatal seperti sekarang. Namun, ada dongeng yang menjelaskan mengapa daun pulus kini menjadi gatal. Pada zaman d...

Longser

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Longser merupakan seni teater tradisional dari tanah Priangan, Jawa Barat, yang dikenal kaya akan banyolan. Teater ini memadukan unsur tar...

Gulai Malbi

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai malbi adalah kuliner khas Palembang yang istimewa karena memiliki cita rasa manis, berbeda dengan masakan Sumatera Selatan pada umum...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...