×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Jawa Timur

Asal Daerah

Desa Slumbung, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar

Situs Slumbung

Tanggal 27 Oct 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Situs Slumbung merupakan benda cagar budaya berupa onggokan batu yang terletak di bawah pohon semboja. Catatan arkeologis Belanda, Rapporten Oudheidkundig Onderzoek, menunjukkan bahwa kondisi situs sejak dicatat hingga kini tidak jauh berbeda. Selain aspek historis, situs ini juga memiliki unsur budaya yang kental, seperti dahulu sering diadakan pagelaran wayang krucil dengan kisah Joko Slumbung.

Artefak

  • Beberapa pilar persegi batu andesit
  • Ojief
  • Jambangan
  • Batu gong dengan diameter 1 m ketebalan 0,15 m
  • Fragmen nandi (saat ini sudah tidak ditemukan)
  • Artefak perunggu (mata tombak hingga bandul genta), saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta

Penanggalan

Inskripsi di sekitar situs menunjukkan angka tahun 1246 Saka (1324 M) dan 1256 Saka (1334 M), yang menunjukkan kurun waktu berkuasanya Kerajaan Majapahit (abad 14).

Kisah Joko Slumbung (Wayang Krucil)

Kisah ini menceritakan tentang Pangeran Semendi dari Tembayat yang memiliki putra bernama Djaka Sloemboeng dari garwa ampean. Djaka Sloemboeng sangat disayangi dan digadang-gadang akan menggantikan posisi ayahnya. Namun, setelah Pangeran Semendi menikah lagi dengan putri Ki Ageng Pangradjegan bernama Kjahi Tipoesnjana, istri baru Pangeran Semendi hamil. Kjahi Tipoesnjana khawatir jika kelak Pangeran Semendi memiliki putra laki-laki, kedudukannya akan kalah dari Djaka Sloemboeng. Kjahi Tipoesnjana kemudian menghasut putrinya untuk meminta ikan bader bang sisik kentjana yang tinggal di Kedung Setungkoel sebagai ngidam. Pangeran Semendi pergi ke Kedung Setungkoel untuk mencari ikan tersebut dan terjun ke kedung. Sementara itu, Djaka Sloemboeng diserang oleh pasukan Kjahi Tipoesnjana. Djaka Sloemboeng kalah dan melarikan diri ke hutan di barat Sungai Lesa (lepen Lesa), mendirikan padepokan yang kemudian dikenal sebagai Punden Djaka Sloemboeng di Dusun Sloemboeng. Tidak lama kemudian, Djaka Sloemboeng pindah padepokan ke hutan Pangajabban di timur Sungai Lesa, yang kini menjadi tanah persil Sajab ampejannipoen persil Djoeleg, bawah distrik Wlingi. Kisah ini diduga berasal dari abad 16-17, yang terpaut sekitar dua abad dari penanggalan artefak Situs Slumbung. Hal ini mungkin menunjukkan bahwa Situs Slumbung sempat ditinggalkan sebelum Joko Slumbung mendirikan padepokan di sana.

Penggunaan Budaya

Dahulu, di situs yang dikenal sebagai Punden Joko Slumbung ini, sering diadakan pagelaran wayang krucil yang mengisahkan perjalanan Joko Slumbung. Sayangnya, wayang krucil Joko Slumbung kini sudah musnah. Meskipun demikian, masyarakat sesekali masih berkumpul di sekitar punden untuk bersih desa dan keperluan tertentu.

Potensi Wisata

Situs Slumbung dan kisah Joko Slumbung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata. Lokasinya strategis di jalur Blitar-Ngantang yang dipenuhi objek wisata lain, seperti Blumbang Soso, Desa Wisata Semen, dan Objek Wisata Rambut Monte.

Sumber: https://travellersblitar.com/situs-slumbung-blitar

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Cengkih

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Pengobatan dan Kesehatan

Deskripsi Cengkih, dengan nama latin Syzygium aromaticum (syn. Eugenia aromaticum), adalah salah satu rempah serbaguna yang berasal dari Maluku. Rem...

Sasakala Daun P...

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, daun pulus tidak gatal seperti sekarang. Namun, ada dongeng yang menjelaskan mengapa daun pulus kini menjadi gatal. Pada zaman d...

Longser

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Seni Pertunjukan

Deskripsi Longser merupakan seni teater tradisional dari tanah Priangan, Jawa Barat, yang dikenal kaya akan banyolan. Teater ini memadukan unsur tar...

Gulai Malbi

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Gulai malbi adalah kuliner khas Palembang yang istimewa karena memiliki cita rasa manis, berbeda dengan masakan Sumatera Selatan pada umum...

Lempok

Oleh Kyas1 | 27 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Lempok adalah penganan jenis dodol khas Sumatera Selatan yang dikenal memiliki citarasa durian yang kuat. Berbeda dengan dodol durian bias...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...