|
|
|
|
|
|
Sop Konro Tanggal 26 Oct 2026 oleh Kyas1 . |
Sop Konro adalah kuliner khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang terkenal dengan kuahnya yang cokelat kehitaman, potongan iga sapi berukuran besar, dan perpaduan rempah yang kuat. Kuah gelapnya berasal dari kluwek yang diolah dengan berbagai rempah tradisional. Dalam masyarakat Makassar, hidangan ini dikenal sebagai Pallu Konro, yang secara harfiah berarti sup iga, karena "konro" berarti iga dalam bahasa Makassar. Sop Konro lazim disantap bersama burasa, ketupat, atau nasi hangat, dan telah menjadi bagian dari identitas kuliner Sulawesi Selatan selama berabad-abad.
Sejarah Sop Konro diyakini bermula pada masa kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan, ketika masyarakat Bugis dan Makassar mengolah daging kerbau, khususnya tulang dan iga, sebagai bagian dari ritual adat dan upacara penting. Hidangan berkuah ini dikenal sebagai Pallu Konro. Seiring waktu, Sop Konro tidak hanya hadir dalam acara adat, melainkan juga mulai dikenal sebagai makanan sehari-hari dan dijual di berbagai rumah makan. Hanafing disebut sebagai sosok yang mempopulerkan Sop Konro melalui warung makannya di kawasan Lapangan Karebosi pada era 1960-an. Sekitar dekade 1990-an, karena kelangkaan dan harga kerbau yang meningkat, bahan utama diganti dengan iga sapi, yang kemudian menjadi standar penyajian Sop Konro hingga kini tanpa mengubah karakternya.
Ciri khas utama Sop Konro adalah kuahnya yang berwarna cokelat kehitaman, yang berasal dari kluwek. Setelah fermentasi, kluwek memberikan warna gelap dan cita rasa gurih dengan sedikit sentuhan pahit. Selain kluwek, Sop Konro menggunakan berbagai rempah seperti ketumbar, pala, kayu manis, cengkih, kunyit, kencur, bawang merah, bawang putih, daun salam, dan daun jeruk. Perpaduan rempah ini menghasilkan aroma kuat yang membedakannya dari hidangan berkuah lain. Secara tradisional, Sop Konro dimasak menggunakan tungku berbahan bakar kayu atau arang. Iga direbus selama berjam-jam hingga daging empuk dan kolagen larut ke dalam kuah, memungkinkan rempah meresap sempurna dan menghasilkan kaldu pekat secara alami.
Selain versi berkuah, Sop Konro juga berkembang menjadi Konro Bakar, di mana iga sapi yang telah direbus dibakar hingga kecokelatan, lalu disajikan terpisah dengan bumbu kacang dan semangkuk kuah rempah. Konro Bakar kini sama populernya dengan Sop Konro. Sop Konro sendiri umumnya disajikan bersama burasa atau ketupat. Burasa adalah olahan beras santan yang dimasak dan dibungkus daun pisang, menghasilkan tekstur padat dan rasa gurih. Banyak rumah makan juga menyajikannya dengan nasi putih, sambal khas Makassar, dan irisan jeruk nipis. Hingga kini, Sop Konro tetap menjadi ikon kuliner Sulawesi Selatan yang hadir di warung makan, acara keluarga, perayaan keagamaan, hingga pesta adat, menunjukkan kemampuannya beradaptasi tanpa kehilangan identitas.
Sumber: https://www.ayojelajah.id/wisata-kuliner/08176037/sejarah-sop-konro-kuliner-kuah-hitam-dari-kluwek-yang-kental-dengan-sejarah-sulawesi-selatan
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
Sop Konro — Makanan Minuman, Makassar, Sulawesi Selatan · source
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |