×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tarian

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Sulawesi Selatan

Tari Bosara

Tanggal 28 Oct 2026 oleh Kyas1 . Revisi 2 oleh Kyas1 pada 28 Oct 2026.

Sejarah dan Makna

Tari Bosara, ikon kesenian Suku Bugis dari Sulawesi Selatan, dinamai dari nampan khas Bugis yang disebut "Bosara". Nampan ini terbuat dari besi dengan satu kaki penyangga dan dilengkapi penutup bernama "pattongko". Awalnya, tarian ini diciptakan oleh seniman Andi Siti Nurhani Sapada dan berfungsi untuk menjamu tamu-tamu penting seperti dari kalangan kerajaan atau perayaan pernikahan. Seiring waktu, fungsi tarian bergeser menjadi pertunjukan pada acara pesta masyarakat dan acara-acara besar lainnya. Nampan "Bosara" ini biasanya diletakkan berjajar dan berisi aneka kue basah dan kering khas Bugis yang akan dimakan oleh para tamu setelah tarian selesai dipertunjukkan.

Fungsi

Pada awal kemunculannya, Tari Bosara adalah tarian kerajaan yang berfungsi sebagai penyambutan. Gerakannya yang indah dimaksudkan untuk memanjakan mata para tamu. Namun, seiring berjalannya waktu, tarian ini tidak lagi terbatas untuk kalangan kerajaan dan telah menjadi tarian umum yang ditampilkan dalam berbagai acara besar, termasuk pesta pernikahan dan hajatan.

Busana dan Properti

Para penari wanita Tari Bosara mengenakan busana adat khas Bugis yang dikenal sebagai Baju Bodo. Busana ini dilengkapi dengan berbagai aksesoris seperti hiasan rambut, gelang motif bunga, perhiasan, bando, dan anting. Properti utama yang digunakan adalah "Bosara" itu sendiri, sebuah nampan besi berkaki dengan penutup "pattongko", yang berisi aneka kue khas Bugis.

Musik Tari Bosara

Masyarakat Bugis menampilkan tarian ini dengan iringan beberapa alat musik tradisional, yaitu gendang, kecapi, dan seruling, yang dimainkan dengan irama yang sudah ditentukan.

Alat Musik Pengiring

  • Gendang: Terbuat dari kayu campaga dan diikat dengan rotan, dengan bagian yang ditabuh berasal dari kulit kambing jantan.
  • Kecapi: Dimainkan dengan cara dipetik jari untuk menghasilkan irama khas pengiring tarian tradisional.
  • Suling: Menambah daya tarik iringan musik Tari Bosara dengan irama suaranya yang sesuai dengan gerakan tarian, dimainkan dengan ketukan tertentu.

Perkembangan

Meskipun Tari Bosara masih sering dipertunjukkan pada pesta pernikahan atau hajatan besar, jumlah pertunjukannya terus menurun. Fungsinya bergeser dari tarian penghormatan menjadi bagian dari hiburan. Untuk melestarikannya agar tidak hilang ditelan zaman, pemerintah setempat melakukan upaya melalui pendidikan di sekolah dan sanggar seni budaya.

Deskripsi

Tari Bosara adalah pertunjukan yang melambangkan penghormatan masyarakat Bugis-Makassar dalam menyambut tamu. Tarian ini menyajikan hidangan dalam bosara sebagai simbol kehormatan dan menggambarkan nilai keramahan masyarakat Sulawesi Selatan.

Asal-usul

Masyarakat Bugis-Makassar mengembangkan Tari Bosara sebagai bagian dari tradisi penyambutan tamu dalam struktur sosial adat. Sejarah mencatat bahwa tarian ini digunakan untuk menjamu raja dan tamu agung dalam acara kerajaan serta pesta adat. Budaya lokal menunjukkan bahwa Tari Bosara berasal dari kebiasaan masyarakat yang selalu menyajikan hidangan dalam bosara sebagai simbol kehormatan.

Gerak & Struktur

Tari Bosara memiliki pola gerakan yang terstruktur dan mengikuti irama musik tradisional. Gerakan tari mencakup gerakan tangan, kepala, badan, dan kaki yang selaras dengan musik pengiring. Penari perempuan membawakan Tari Bosara dengan jumlah ganjil sebagai bagian dari estetika pertunjukan.

Karakteristik Gerakan Tari Bosara

  • Gerakan tangan mengikuti arah kepala secara harmonis.
  • Gerakan kaki dilakukan dengan posisi berjinjit secara bergantian.
  • Gerakan badan bergerak ke kanan dan kiri mengikuti irama.

Kostum & Properti

Tari Bosara menggunakan properti utama berupa bosara yang berisi makanan tradisional, seperti kue cucur dan lapis. Bosara adalah piring khas Bugis yang terbuat dari besi dan dilengkapi penutup berwarna cerah. Busana penari menggunakan pakaian adat seperti Baju Bodo yang dihiasi aksesoris tradisional.

  • Properti bosara berisi kue tradisional seperti cucur dan lapis.
  • Busana adat mencerminkan identitas budaya Bugis-Makassar.

Iringan/Musik

Musik pengiring menggunakan alat musik seperti gendang, suling, dan kecapi yang menciptakan suasana sakral.

  • Musik tradisional memperkuat nuansa adat.

Fungsi & Makna

Tari Bosara berfungsi sebagai tarian penyambutan dalam acara adat, pernikahan, dan kegiatan resmi. Pementasan Tari Bosara menunjukkan identitas budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Properti bosara melambangkan wadah tradisional yang digunakan untuk menyajikan kue sebagai tanda penghormatan. Nilai budaya menunjukkan bahwa tamu dianggap sebagai sosok yang harus dihormati dalam tradisi Bugis-Makassar.

Elemen Simbolik dalam Tari Bosara

  • Penari perempuan menggunakan gerakan lembut untuk menunjukkan sikap sopan.
  • Penari membawa bosara sebagai simbol penyajian makanan.
  • Suguhan kue tradisional menunjukkan rasa syukur dan penghormatan.

Pelestarian

Pemerintah daerah mengembangkan pelestarian Tari Bosara melalui pendidikan budaya dan festival. Komunitas seni mengajarkan Tari Bosara kepada generasi muda melalui sanggar tari. Pelestarian budaya memastikan bahwa Tari Bosara tetap dikenal sebagai warisan budaya Indonesia.

Strategi Pelestarian Tari Bosara

  • Pendidikan seni memperkenalkan Tari Bosara di sekolah.
  • Festival budaya menampilkan Tari Bosara sebagai ikon daerah.
  • Dokumentasi digital menyebarkan informasi budaya secara luas.

Sumber: https://kataomed.com/budaya/makna-tari-bosara-dan-sejarahnya, https://negerikami.id/budaya/tari-bosara-sulawesi-selatan-sejarah-makna-fungsi-dan-keunikan-tarian-penyambutan-tamu-bugis-makassar-yang-sarat-nilai-budaya

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Tari Pegi Manta...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Pegi Mantang berasal dari Kabupaten Banyuasin, sebuah wilayah perkebunan dataran rendah yang strategis untuk lahan perkebunan. Tari i...

Cerita Rakyat B...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Pada zaman dahulu, di sebuah desa hiduplah seorang anak perempuan bernama Siti Gelembung bersama ibunya. Gelembung memiliki nasib yang malang...

Asal Usul Desa...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Cerita Rakyat

Cerita Dahulu kala, hiduplah Raja Singosari beserta istrinya Dewi Wangi dan putra mereka, Pangeran Putra Singosari, di sebuah istana. Kebahagiaan me...

Tari Gandrang B...

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Tarian

Asal-usul Tari Gandrang Bulo disebut-sebut telah muncul sejak zaman raja-raja Gowa, yang pada masa itu dikenal sebagai Tari Gandrang Bulo klasik. Ta...

Anggur Laut

Oleh Kyas1 | 28 Oct 2026.
Makanan Minuman

Deskripsi Anggur laut (Caulerpa racemosa) adalah jenis rumput laut hijau yang banyak tumbuh di perairan Lampung, khususnya di Desa Agom, Kalianda. R...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

<g Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiri...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...