×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Tarian

Provinsi

Sulawesi Selatan

Asal Daerah

Kajang, Sulawesi Selatan

Tari Pabbitte Passapu

Tanggal 05 Sep 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Tari Pabbitte Passapu adalah kesenian tradisional suku Kajang yang identik dengan pakaian serba hitam. Tarian ini merupakan tarian menyabung destar atau ikat kepala yang dibentuk dari kain batik segitiga. Setiap gerakan dalam tarian ini memiliki maksud tertentu dan saling berkaitan, menggambarkan atau menceritakan tentang sabung ayam (pa’bitte manu’). Tarian ini mengalami sedikit perubahan terutama pada syair pengiring yang dinyanyikan sendiri oleh penari, disesuaikan dengan konteks acara yang digelar, biasanya berisi doa, harapan, atau cerita latar belakang acara tersebut.

Asal-usul

Tari Pabbitte Passapu mulai ada sejak Kerajaan Karaeng Kajang. Tarian ini terinspirasi dari kebiasaan masyarakat Kajang yang menyabung ayam sebagai bentuk hiburan dan sosialisasi di waktu senggang. Dahulu, yang diadu sebenarnya adalah manusia, namun seiring waktu, praktik ini dianggap kejam dan merendahkan martabat manusia, sehingga diganti dengan ayam. Sabung ayam merupakan kegemaran para bangsawan yang dijadikan sarana pertaruhan atau perjudian. Asal-usul tarian ini juga terkait dengan pertarungan antara Karaeng Kajang I dengan seorang Karaeng tetangga yang berimbang kesaktiannya, sehingga pertarungan diganti dengan adu ayam sabungan. Jika salah satu ayam mati, pemiliknya akan dinyatakan kalah.

Fungsi & Makna

Tarian ini dulunya hanya bisa disaksikan pada upacara-upacara tertentu. Meskipun tidak memiliki makna yang terkait langsung dengan upacara pernikahan atau upacara lainnya, tarian ini dianggap penting oleh masyarakat Kajang, sehingga upacara adat terasa tidak lengkap tanpa kehadirannya. Tarian ini biasanya ditampilkan pada keramaian atau pesta adat seperti acara pa’buntingang (pernikahan), pakkalombang (perlombaan), pakkatere, dan acara-acara lainnya, kecuali pada saat acara berkabung.

Sumber: https://dimensiindonesia.com/tari-pabbitte-passapu-kisah-karaeng-kajang-saat-meminang-putri-cantik

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Baju Bodo

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Baju Bodo adalah pakaian segi empat yang umumnya berlengan pendek, hingga setengah atas bagian siku lengan. Dulunya, pakaian ini seringkal...

Pakaian Adat Re...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Pakaian Tradisional

Deskripsi Pakaian Adat Rejang Lebong adalah busana tradisional khas Bengkulu yang merupakan perpaduan budaya Melayu dari berbagai daerah seperti Jam...

Balla To Kajang

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Balla To Kajang, atau Rumah Kajang, adalah rumah tradisional masyarakat adat Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Desainnya memiliki cir...

Rumah Adat Lang...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Rumah adat Langkanae Luwu adalah rumah panggung berbentuk persegi empat yang memiliki tiga tingkatan. Bentuk persegi empat mencerminkan em...

Rumah Adat Sumb...

Oleh Kyas1 | 05 Sep 2026.
Produk Arsitektur

Struktur & Bagian Rumah adat Sumba memiliki pemisahan ruang secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal, dibagi menjadi tiga bagian yang men...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...