budaya
|
Kelom Geulis |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/kelom-geulis |
|
Deskripsi Kelom geulis adalah sandal kayu khas Tasikmalaya yang dikenal karena warna-warninya yang cerah, ukirannya yang halus, serta bentuknya yang anggun. Ia tidak hanya berfungsi sebagai alas kaki, melainkan juga dianggap sebagai perhiasan atau aksesori fashion. Awalnya merupakan bakiak sederha... |
| Cerita Rakyat Jawa Barat |
|
Degung |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/degung |
|
Deskripsi Degung adalah bentuk ekspresi musikal khas masyarakat Sunda yang memiliki sejarah panjang dan menyimpan jejak kekuasaan, estetika, hingga identitas kultural. Dalam praktik musikal, degung memiliki dua pengertian: merujuk pada seperangkat gamelan khas Sunda dan menunjuk pada sistem laras... |
| Alat Musik Jawa Barat |
|
Debus Banten |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/debus-banten |
|
Deskripsi Debus adalah kesenian khas Serang dan sekitarnya di Banten yang menampilkan atraksi kekebalan tubuh terhadap berbagai bahaya fisik seperti tusukan senjata tajam, irisan, api, dan benda keras. Pertunjukan ini bukan sekadar tontonan, melainkan produk sejarah panjang yang berkelindan dengan... |
| Seni Pertunjukan Banten |
|
Gedung Bat Cirebon |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/gedung-bat-cirebon |
|
Deskripsi Gedung BAT Cirebon adalah warisan arsitektur industri kolonial yang dibangun pada awal abad ke-20. Gedung ini mencerminkan perpaduan budaya lokal, kolonial, dan industri. Saat ini, gedung tersebut berfungsi sebagai cagar budaya kota Cirebon. Gedung ini terletak di Jalan Pasuketan No.1, D... |
| Produk Arsitektur Jawa Barat |
|
Pantun Batak Karo |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/pantun-batak-karo |
|
Deskripsi Suku Karo, yang sebagian besar tinggal di Provinsi Sumatera Utara, memiliki kebudayaan dan sastra sendiri, salah satunya adalah Pantun Karo. Pantun ini merupakan bagian dari kebiasaan dan adat yang dijaga secara turun-temurun. Pantun Batak Karo, yang juga dikenal sebagai Umpasa Batak Kar... |
| Musik dan Lagu Sumatera Utara |
|
Makam Wiradijaya |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/makam-wiradijaya |
|
Deskripsi Situs Makam Wiradijaya terletak di Cangkuang, Kecamatan Leles, Garut, yang dikenal dengan suasana tenang dan jejak sejarahnya. Makam ini merupakan bagian dari kawasan yang memiliki peninggalan dari masa Hindu-Buddha dan makam-makam Islam kuno. Meskipun tampak sederhana, Makam Wiradijaya... |
| Naskah Kuno dan Prasasti Jawa Barat |
|
Lingga Yoni Cibangban |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/lingga-yoni-cibangban |
|
Deskripsi Lingga Yoni Cibangban adalah artefak batu yang diperkirakan berasal dari abad ke-8 Masehi, ditemukan di Kampung Cibangban, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Garut. Temuan ini menjadi penanda bahwa kawasan tersebut pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sunda kuno.... |
| Produk Arsitektur Jawa Barat |
|
Mappatabe |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/mappatabe |
|
Deskripsi Mappatabe atau Tabe’ adalah salah satu tradisi budaya masyarakat Bugis, khususnya di Kecamatan Tanralili Kabupaten Maros. Tradisi ini merupakan bentuk komunikasi non-verbal yang digunakan untuk menunjukkan rasa hormat, terutama saat berjalan di hadapan orang tua atau meminta bantuan. Sik... |
| Ritual Sulawesi Selatan |
|
Hikayat Abdul Kirom Atawa Hikayat Ketiban Bulan |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/hikayat-abdul-kirom-atawa-hikayat-ketiban-bulan |
|
Cerita Di kerajaan Ajran, Raja mengadakan perlombaan menunggang gajah putih sebagai cara untuk menentukan siapa yang akan menjadi menantu dan membayar mas kawin putrinya, Tuan Putri Mandudari. Perlombaan ini terbuka untuk semua kalangan, termasuk rakyat jelata. Gajah putih kerajaan telah dipersiap... |
| Cerita Rakyat DKI Jakarta |
|
Ayam Bertelur Emas |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/ayam-bertelur-emas |
|
Cerita Di tepi hutan hiduplah seorang nenek tua miskin bernama Nenek Pulanti. Setiap hari ia mencari ranting kering di hutan untuk dijual dan hasilnya cukup untuk makan sehari-hari. Nenek Pulanti sangat mendambakan hidup berkecukupan. Suatu hari, ia bertemu Mualim Mustahaq yang mendengar kisahnya.... |
| Cerita Rakyat DKI Jakarta |