×

Akun anda bermasalah?
Klik tombol dibawah
Atau
×

DATA


Kategori

Produk Arsitektur

Elemen Budaya

Produk Arsitektur

Provinsi

Sumatera Selatan

Asal Daerah

hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan

Rumah Ulu

Tanggal 31 Jul 2026 oleh Kyas1 .

Deskripsi

Rumah Ulu merupakan rumah tradisional masyarakat yang bermukim di kawasan hulu Sungai Musi, Sumatera Selatan. Rumah ini memiliki bentuk rumah panggung dengan dinding kotak dan atap curam. Rumah tradisional ini bukan sekadar warisan budaya dalam bentuk material yang tersusun dari elemen-elemen bangunan, melainkan juga mempunyai peran penting dalam membentuk ruang-ruang sosial dan simbolis, sekaligus sebagai representasi budaya bagi penghuninya. Desain dan struktur rumah mencerminkan nilai-nilai dan kehidupan masyarakat setempat, serta beradaptasi dengan iklim dan lingkungan tempat tinggal.

Pembangunan Rumah Ulu

Pembangunan Rumah Ulu harus mengikuti beberapa peraturan yang sudah disepakati. Rumah yang dibangun harus menghadap ke depan garis aliran air dengan maksud agar bisa terbebas dari banjir bandang. Selain itu, pembangunan rumah juga harus mengikuti sistem ulu-ulak (ilir), yaitu jika lahan yang akan dibangun rumah masih luas dan berencana ingin membangun Rumah Ulu berikutnya, maka pembangunan rumah harus dilakukan dari bagian yang paling hulu. Sistem ulu-ulak (ilir) juga merupakan pengaturan ruang secara sosial, di mana rumah di bagian hulu diperuntukkan bagi mereka yang mempunyai usia lebih tua dalam garis keluarga, begitu seterusnya hingga ke rumah paling hilir yang ditempati oleh keturunan yang paling muda. Ini juga berlaku dalam pembagian ruang di dalam rumah.

Fungsi Rumah Ulu

Secara umum, Rumah Ulu dibagi menjadi tiga bagian:

  • Ruang Depan: Merupakan bagian utama Rumah Ulu yang dikenal dengan Rumah Ibu, tempat keluarga makan, bersantai, dan menjamu tamu. Panjang bagian ini ditentukan oleh rentang lengan ibu. Jendela di sepanjang dinding berukuran panjang, dan pintu masuknya digapai melalui tangga. Ruang depan atau garang ini adalah ruang transisi antara tanah di bawah rumah dengan Rumah Ulu sendiri.
  • Ruang Tengah: Dimanfaatkan sebagai area untuk tidur dan beristirahat. Area ini dinamakan haluan dan kakudan; haluan digunakan untuk beristirahat bagi para perempuan, sementara kakudan digunakan oleh para lelaki. Selain itu, terdapat ruangan gedongan atau ambin yang ditandai dengan level lantainya yang lebih tinggi dari bagian rumah yang lain. Tempat ini difungsikan oleh orang yang dianggap paling tua di dalam rumah untuk memberikan wejangan kepada para anak dan cucu, nasihat tersebut juga bisa dalam bentuk dongeng sebelum tidur.
  • Ruang Belakang: Berfungsi sebagai dapur atau pawon. Ruangan ini biasanya merupakan massa bangunan terpisah dan terhubung dengan rumah utama lewat lorong. Kejeniusan lokal tercermin dari perancangan ruangan ini: jika dapur terbakar, maka bahan jerami dapat dipotong dan dibuang menjauh dari rumah atau ke dalam sungai jika letaknya dekat.

Filosofi Rumah Ulu

Rumah Ulu sarat akan makna filosofis, beberapa di antaranya:

  • Atap Rumah Ulu: Lisplang pada bagian atap dibuat saling menyilang, melambangkan tanduk kerbau. Ini mencerminkan dunia atas, menunjukkan bahwa masyarakat Komering adalah masyarakat yang religius.
  • Ambin, haluan, kakudan, garang, dan pawon: Melambangkan dunia tengah yang menunjukkan masyarakat Komering sangat menjunjung kekeluargaan dan kelompok. Haluan bukan merupakan pusat tapi perantara, antara garang dengan pawon, serta antara ambin dengan kakudan. Haluan dilambangkan dengan balai pari atau lumbung, dan kakudan dilambangkan dengan kandang ternak. Karena laki-laki dan perempuan adalah satu, sehingga antara haluan dan kakudan diberikan penghubung. Sangai atau tiang yang tegak lurus melambangkan laki-laki, sedangkan saisai atau dinding, rawang atau pintu, dan jandila atau jendela yang tidak terlalu banyak dihias, mencerminkan perempuan Komering yang jujur, terbuka, dan setia.
  • Balai pari dan kandang: Mencerminkan dunia bawah sekaligus merepresentasikan masyarakat Komering adalah masyarakat yang produktif.

Perbedaan Golongan Penghuni Rumah Ulu

Perbedaan golongan penghuni Rumah Ulu dapat terlihat dari struktur bangunannya. Rumah yang dimiliki oleh kalangan bangsawan berbeda bentuk dan susunan lantai dengan rumah yang dimiliki oleh masyarakat umum. Rumah Ulu yang ditempati oleh masyarakat pada umumnya, biasanya hanya terdiri dari satu lantai.

Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/rumah-ulu-rumah-bernilai-estetis-pembentuk-keluarga-harmonis

Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.

DISKUSI


TERBARU


Gereja Blenduk

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Gereja Blenduk (GPIB Immanuel) didirikan pada tahun 1742 M dan memiliki pendeta pertamanya Johannes Wilhelmus Swemmelaar (1753-1760 M). Aw...

Candi Arjuna

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Candi Arjuna merupakan salah satu candi di kompleks Candi Dieng yang terletak di dataran tinggi Dieng. Candi ini merupakan bagian dari kel...

Benteng Marlbor...

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris di kota Bengkulu. Benteng ini terkenal sebagai benteng terbesar yang pernah dibangu...

Gedung Balai Pe...

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Gedung Balai Pemuda adalah bangunan cagar budaya yang berlokasi di Jalan Gubernur Suryo, Nomor 15, Embong Kaliasin, Kec. Genteng, Surabaya...

Pura Luhur Batu...

Oleh Kyas1 | 31 Jul 2026.
Produk Arsitektur

Deskripsi Pura Luhur Batukaru adalah salah satu pura penting bagi umat Hindu di Bali, yang lokasinya terpencil di tengah hutan di lereng Gunung Batu...

FITUR


Gambus

Oleh agus deden | 21 Jun 2012.
Alat Musik

Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua...

Hukum Adat Suku...

Oleh Riduwan Philly | 23 Jan 2015.
Aturan Adat

Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal...

Fuu

Oleh Sobat Budaya | 25 Jun 2014.
Alat Musik

Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud...

Ukiran Singa Ba...

Oleh hokky saavedra | 09 Apr 2012.
Ornamen Arsitektural

Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai...