|
|
|
|
|
|
Tari Topeng Kelana Tanggal 02 Aug 2026 oleh Kyas1 . |
Tari Topeng Kelana adalah tarian yang dahulu dinilai lebih bersifat spiritual daripada hiburan. Tarian ini dikenal dengan gerakan yang energik namun luwes, diiringi musik gojing. Dalam perkembangannya, tarian ini banyak dipentaskan sebagai seni pertunjukan masyarakat dan memiliki makna filosofis yang dalam.
Asal-usul Tari Topeng Kelana tidak diketahui secara pasti penciptanya, namun jejak tari bertopeng di Jawa kerap dikaitkan dengan masa Majapahit, khususnya kisah Raja Hayam Wuruk yang menari dengan topeng emas di lingkungan istana. Oleh karena itu, Tari Topeng Cirebon dipahami memiliki akar panjang dalam budaya istana Jawa, sebelum kemudian berkembang kuat di wilayah Cirebon dan masyarakat pesisir. Dahulu, tarian ini hanya dipentaskan di lingkungan kerajaan oleh raja dan hanya ditonton oleh perempuan anggota keluarga kerajaan.
Dalam tradisi Topeng Cirebon, Klana adalah salah satu karakter atau wanda penting, di samping Panji, Pamindo, Rumyang, dan Tumenggung. Karakter Klana digambarkan gagah, kuat, atraktif, dan memiliki energi besar. Wataknya dimaknai sebagai gambaran manusia yang dikuasai amarah, keserakahan, hawa nafsu, dan keangkuhan. Sosok Klana sering dibandingkan dengan Rahwana dalam pewayangan, sebagai lambang watak manusia yang perlu dikenali dan dikendalikan. Gerakan dan topeng yang dikenakan dalam tarian ini mencerminkan seseorang yang berperilaku buruk, serakah, dan arogan.
Tari Topeng Kelana terdiri dari dua bagian utama:
Tari Topeng Kelana biasa dipentaskan oleh 4-6 orang penari, baik laki-laki maupun perempuan. Dahulu tarian ini biasanya dipentaskan oleh laki-laki, namun seiring perkembangan, kini banyak perempuan yang mementaskan tarian ini.
Setiap penari topeng dibalutkan kain batik bermotif mega mendung khas Cirebon.
Tari Topeng Kelana diiringi dengan musik gojing yang meriah dan bersemangat.
Dahulu, tari topeng kelana dinilai lebih bersifat spiritual daripada hiburan. Saat ini, tarian ini hidup sebagai seni pertunjukan masyarakat, hadir dalam acara adat, hajatan, kegiatan pemerintahan, panggung budaya, hingga ruang pendidikan seni. Pementasannya dapat dilakukan secara tunggal maupun berkelompok, tergantung gaya, konteks, dan kebutuhan pertunjukan.
Sumber: https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/sosok-rahwana-dalam-tari-topeng-kelana
Entri ini dikurasi oleh AI berdasarkan sumber terbuka.
|
Gambus
Oleh
agus deden
| 21 Jun 2012.
Gambus Melayu Riau adalah salah satu jenis instrumental musik tradisional yang terdapat hampir di seluruh kawasan Melayu.Pergeseran nilai spiritua... |
|
Hukum Adat Suku...
Oleh
Riduwan Philly
| 23 Jan 2015.
Dalam upaya penyelamatan sumber daya alam di kabupaten Aceh Tenggara, Suku Alas memeliki beberapa aturan adat . Aturan-aturan tersebut terbagi dal... |
|
Fuu
Oleh
Sobat Budaya
| 25 Jun 2014.
Alat musik ini terbuat dari bambu. Fuu adalah alat musik tiup dari bahan kayu dan bambu yang digunakan sebagai alat bunyi untuk memanggil pendud... |
|
Ukiran Singa Ba...
Oleh
hokky saavedra
| 09 Apr 2012.
Ukiran gorga "singa" sebagai ornamentasi tradisi kuno Batak merupakan penggambaran kepala singa yang terkait dengan mitologi batak sebagai... |