budaya
|
Benteng Ujung Pandang |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/benteng-ujung-pandang |
|
Nama Benteng Benteng Ujung Pandang terdaftar dalam Monumenten Ordonatie sebagai monumen bersejarah pada tanggal 23 Mei 1940 dengan nama Fort Rotterdam. Nama 'Benteng Ujung Pandang' diambil dari ibukota Sulawesi Selatan, Ujung Pandang, sejak tahun 1772 sampai beberapa tahun lalu. Benteng in... |
| Produk Arsitektur Sulawesi Selatan |
|
Taman Tirta Gangga Karangasem |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/taman-tirta-gangga-karangasem |
|
Deskripsi Taman Tirta Gangga adalah sebuah objek wisata yang terletak di Desa Ababi, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Taman ini berdekatan dengan Puri Karangasem, Taman Ujung Karangasem, dan Taman Tulamben. Luasnya sekitar 1,8 hektar. Dibangun pada tahun 1948 oleh Raja Karangasem terak... |
| Produk Arsitektur Bali |
|
Balogo |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/balogo |
|
Deskripsi Balogo adalah permainan tradisional suku Banjar di Kalimantan Selatan. Nama permainan ini diambil dari kata "logo" yang merujuk pada alat utama yang digunakan dalam permainan. Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-anak dan remaja, khususnya kaum pria. Pemain Permainan ini d... |
| Permainan Tradisional Kalimantan Selatan |
|
Marraga |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/marraga |
|
Asal Usul Permainan Marraga berasal dari kata Bugis, sementara orang Makassar menyebutnya Akraga. Konon, permainan ini berasal dari Malaka dan pada awalnya hanya dimainkan oleh para bangsawan Bugis pada upacara resmi kerajaan seperti pelantikan raja dan perkawinan. Versi lain menyebutkan asalnya d... |
| Permainan Tradisional Sumatera Utara |
|
Reak Cianjur |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/reak-cianjur |
|
Asal-usul Kesenian reak berasal dari Sumedang sekitar abad ke-12, diciptakan oleh sesepuh Sumedang untuk menghibur anak laki-laki yang akan dikhitan agar mengurangi rasa takut. Sekitar tahun 1950-an, kesenian ini dibawa oleh para pedagang Sumedang ke daerah Cianjur dan senimannya merupakan keturun... |
| Seni Pertunjukan Jawa Barat |
|
Tan Besi |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/tan-besi |
|
Deskripsi Tan Besi adalah permainan tradisional yang dikenal oleh masyarakat Jailolo dan Sahu di Kabupaten Maluku Utara. Permainan ini melibatkan dua kelompok, yaitu "penyamun" dan "pagar besi", yang bertugas melindungi seorang anak dari penculikan. Barisan pemain yang membentuk li... |
| Permainan Tradisional Maluku Utara |
|
Sistem Kepercayaan Orang Asmat |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/sistem-kepercayaan-orang-asmat |
|
Mitologi Penciptaan Nenek Moyang Orang Asmat percaya bahwa nenek moyang mereka adalah dewa yang turun dari dunia gaib di seberang ufuk. Dewa ini mendarat di pegunungan dan melakukan perjalanan ke hilir sungai. Dalam mitologi orang Asmat di Teluk Flaminggo, dewa ini bernama Fumeripitsy. Dalam perja... |
| Ritual Papua |
|
Tari Melemang |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/tari-melemang |
|
Asal-usul Tari Melemang diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Bentan, sekitar abad ke-12. Pada awalnya, tarian ini merupakan tarian istana yang dipersembahkan untuk raja ketika sedang beristirahat. Penarinya adalah para dayang dari sekitar istana, termasuk daerah Tanjungpisau Penaga. Meskipu... |
| Tarian Kepulauan Riau |
|
Paka-paka |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/paka-paka |
|
Deskripsi Paka-paka adalah permainan tradisional yang dimainkan oleh masyarakat Jailolo dan Sahu di Maluku Utara. Permainan ini melibatkan lemparan gacu ke arah sebuah lubang kecil yang berisi taruhan berupa buah kenari atau gelici. Nama "paka" diberikan ketika gacu berhasil mengenai luban... |
| Permainan Tradisional Maluku Utara |
|
Babad Nitik |
| https://versilama.budaya-indonesia.org/babad-nitik |
|
Deskripsi Fisik Naskah asli Babad Nitik tersimpan di Perpustakaan (Widyabudaya) Keraton Yogyakarta. Ditulis di atas kertas berukuran folio dengan tinta hitam, menggunakan huruf Jawa dan bahasa Jawa bercampur Kawi. Gubahan ini berbentuk tembang macapat yang terdiri dari tiga puluh lima pupuh temban... |
| Naskah Kuno dan Prasasti Daerah Istimewa Yogyakarta |